Menyajikan Informasi Mengenai Cara-cara Menjaga Kesehatan Tubuh Secara Alami dan Aman

Total Tayangan Halaman

Jumat, 17 Mei 2013

Menghilangkan Kerak di Kepala Bayi


Bayi sering terlihat seperti memiliki ketombe atau disebut dengan kerak di kepala (cradle cap). Meski hal ini sangat umum dijumpai, tapi bisa mengganggu penampilan si bayi. Bagaimana mengatasinya?

Kerak di kepala yang terjadi pada bayi akan terlihat seperti kulit mengelupas, kulit kering, ketombe, terkadang kulit menebal, berminyak, terjadi pengerasan kulit dan berwarna coklat atau kekuningan.

Kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya dan paling sering muncul dalam beberapa bulan pertama kehidupan. Kondisi kerak di kepala biasanya akan hilang sendiri pada usia 6-12 bulan, meskipun beberapa bayi tetap memiliki kerak kepala hingga usia beberapa tahun.

Saat ini tidak diketahui dengan pasti apa penyabab dari kerak di kepala bayi. Tapi beberapa ahli percaya bahwa hormon yang diterima bayi dari ibunya diakhir kehamilan terlalu berlebihan sehingga mengakibatkan kondisi tersebut. Namun belum ada kesepakatan mengenai penyebab yang sebenarnya.

Satu hal yang pasti kondisi ini tidak menular dan mungkin tidak akan mengganggu bayi kecuali sudah parah dan menimbulkan gatal.

Sebenarnya tidak ada perlakuan khusus untuk menghilangkan kerak di kepala. Tapi jika mulai mengganggu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghilangkannya, seperti dikutip dari Babycenter, Rabu (19/5/2010), yaitu:


  1. Cobalah keramas lebih sering dengan menggunakan shampo yang lembut sambil menggosok lembut kulit kepala bayi, setelah itu bilas dengan air hangat hingga bersih dan tidak ada sisa shampo yang menempel di kepala.
  2. Setelah dicuci dengan shampo, sikat dengan lembut kepala bayi atau menggunakan handuk untuk menghilangkan kerak ringan yang menempel di kepala.
  3. Untuk menghilangkan kerak kepala yang keras, cobalah gunakan minyak zaitun, minyak almond atau baby oil untuk membantu melepaskan kerak yang menempel. Setelah dipijat dengan minyak dibiarkan selama 15 menit, kemudian sisir dengan lembut untuk mengeluarkan kerak-kerak tersebut.
  4. Pastikan untuk tidak meninggalkan minyak terlalu lama di kepala, karena bisa menyumbat pori-pori dan membuat kerak tetap ada serta sulit dihilangkan.
  5. Jika kerak tak kunjung hilang, cobalah untuk menggunakan shampo khusus bayi yang mengandung asam salisilat dan coal tar.
  6. Jangan pernah sekali-kali menghilangkan kerak dengan cara mengelupasnya menggunakan kuku, karena bisa menyebabkan luka di kulit kepala dan infeksi.
Jika kerak di kepala tak juga membaik setelah melakukan perawatan selama beberapa minggu, keraknya menyebar ke daerah lain atau menjadi berwarna merah, maka segera konsultasikan dengan dokter untuk mencegah penyebaran.

Jika kondisi yang sama terlihat di sekitar telinga, alis, ketiak atau lipatan lainnya, maka kondisi ini disebut dengan dermatitis seboroik.

Namun jika kerak di kepala sudah benar-benar hilang, maka usahakan untuk mencegahnya agar tidak datang kembali. Usahakan untuk tidak berlebihan dalam memberikan shampo pada bayi, karena hal ini dapat merangsang kelenjar minyak, serta membilas shampo atau minyak di kepala hingga bersih sehingga pori-pori kepalanya tidak tertutup.

0 komentar:

Posting Komentar