Menyajikan Informasi Mengenai Cara-cara Menjaga Kesehatan Tubuh Secara Alami dan Aman

Total Tayangan Halaman

Rabu, 17 Januari 2018

Gejela Penyakit Saraf pada Manusia


Gejala penderita sakit saraf berbeda-beda, tergantung jenis saraf yang mengalami gangguan atau rusak. Berikut beberapa gejala yang dibedakan dari jenis saraf yang mengalami gangguan atau rusak:
Saraf otonom. Berkeringat terlalu banyak, limbung, mata dan mulut kering, sulit buang air besar, disfungsi kandung kemih, disfungsi seksual.
Saraf motorik. Kelemahan, atrofi otot (ukuran otot mengecil), otot berkedut, kelumpuhan.
Saraf sensorik. Nyeri, sensitif, kebas atau mati rasa, sensasi geli, perih, gangguan kesadaran posisi.
Penyebab Sakit Saraf
Sama seperti gejala, penyebab sakit saraf sangat beragam. Ada lebih dari 600 jenis penyakit saraf. Berikut beberapa penyebab sakit saraf serta gangguan yang ditimbulkannya:
Faktor keturunan: penyakit Huntington, distrofi otot.
Perkembangan saraf tidak sempurna: spina bifida.
Rusak atau matinya sel saraf: penyakit Parkinson dan Alzheimer.
Penyakit pada pembuluh darah ke otak: stroke.
Cedera: cedera otak atau tulang belakang.
Kanker: kanker otak.
Gangguan kejang: epilepsi.
Infeksi: meningitis.
Diagnosis Sakit Saraf
Beberapa tahap tes yang biasanya dilakukan dokter untuk mendiagnosis sakit saraf adalah:
Uji laboratorium, seperti tes darah dan tes urine untuk membantu diagnosis penyakit dan memahami lebih jauh tentang penyakit yang diidap penderita. Uji ini termasuk pemeriksaan awal sakit saraf.
Uji genetik, termasuk amniosentesis, penyampelan vilus korionik (CVS) dan USG rahim untuk mengetahui apakah sakit saraf diturunkan ke anak. Uji ini juga termasuk pemeriksaan awal sakit saraf dan bertujuan untuk melihat ada tidaknya kemungkinan penyakit pada bayi dengan riwayat keluarga yang memiliki penyakit turunan.
Pemeriksaan neurologis, termasuk kemampuan sensorik dan motorik pasien, fungsi saraf kranial, kesehatan mental, perubahan perilaku.
Uji pencitraan, termasuk sinar-X, CT scan, MRI, SPECT, pencitraan otak, dan fluoroskopi.
Biopsi, prosedur pengambilan sampel jaringan ini juga diperlukan untuk mendiagnosis kelainan saraf. Sampel yang paling sering digunakan adalah otot dan saraf.
Angiografi, tes untuk mendeteksi apakah ada pembuluh darah yang tersumbat. Tes ini dapat membantu diagnosis stroke, pembengkakan pembuluh darah otak dan untuk menentukan tempat dan ukuran tumor otak.
Analisis cairan serebrospinal, dilakukan dengan mengambil dan memeriksa cairan yang melindungi otak dan saraf tulang belakang. Cairan yang diperiksa bisa memberikan informasi ada tidaknya perdarahan, infeksi, dan gangguan saraf lain.
Elektroensefalografi (EEG), tes untuk memonitor aktivitas otak dengan menempelkan sensor di kepala.
Elektromiografi (EMG), tes ini untuk mendiagnosis disfungsi saraf dan otot serta penyakit saraf tulang belakang. Pemeriksaan dilakukan dengan menempelkan sensor di sekitar otot.
Electronystagmography (ENG), adalah sekumpulan tes yang digunakan untuk mendiagnosis pergerakan liar mata, gangguan pusing, dan gangguan Pemeriksaan dilakukan dengan menempelkan sensor di sekitar mata.
Diskografi atau diskogram, adalah tes untuk mengevaluasi nyeri punggung.
Evoked potentials, dilakukan untuk mengukur sinyal elektrik ke otak yang dihasilkan indera pendengaran, sentuhan atau penglihatan.
Positron emission tomography (PET), akan menghasilkan gambar aktivitas otak dalam bentuk dua dimensi dan tiga dimensi.
Thermography, dengan menggunakan inframerah untuk mengukur perubahan temperatur kecil antara dua sisi tubuh berbeda atau pada salah satu organ.
Pengobatan Sakit Saraf
Pada banyak kasus, kerusakan saraf tidak bisa disembuhkan secara total. Tapi ada beberapa penanganan untuk mengurangi gejalanya. Tujuan pertama pengobatan sakit saraf adalah untuk menangani kondisi medis yang menjadi penyebabnya, beberapa di antaranya adalah:
Terapi fisik atau pembedahan untuk mengatasi tekanan atau trauma pada saraf.
Pengobatan untuk mengatasi kondisi autoimun.
Memperbaiki gizi.
Membatasi kadar gula darah pada penderita diabetes.
Mengganti obat, jika obat menyebabkan kerusakan saraf.
Memberikan pereda rasa sakit, antidepresan trisiklik, atau beberapa obat antikejang untuk mengurangi nyeri saraf.

Mengenal Sistem Saraf


Otak, saraf tulang belakang dan saraf adalah tiga bagian tubuh yang membentuk sistem saraf manusia. Secara bersama-sama, ketiganya berfungsi mengontrol semua fungsi tubuh.

Beberapa fungsi tubuh yang dikontrol oleh sistem saraf adalah:

Pertumbuhan dan perkembangan otak.
Sensasi dan persepsi.
Pikiran dan emosi.
Proses belajar dan ingatan.
Pergerakan, keseimbangan dan koordinasi.
Tidur.
Pemulihan dan rehabilitasi.
Suhu tubuh.
Pernapasan dan detak jantung.
Neurologic disease - alodokter
Ketika terjadi gangguan pada sebagian sistem saraf, maka penderita bisa merasakan kesulitan bergerak, berbicara, menelan, bernapas atau belajar. Penderita juga bisa mengalami gangguan pada ingatan, indera atau suasana hati.

Ada tiga tipe saraf pada tubuh manusia yaitu:

Saraf otonom. Saraf ini berfungsi mengontrol gerakan tubuh yang tidak disadari atau gerakan tubuh setengah disadari seperti detak jantung, tekanan darah, pencernaan, dan pengaturan suhu tubuh.
Saraf motorik. Jenis saraf yang mengontrol gerakan dengan mengirimkan informasi dari otak dan tulang belakang menuju ke otot.
Saraf sensorik. Saraf ini akan mengirimkan informasi dari kulit dan otot kembali ke tulang belakang dan otak. Informasi ini diproses agar manusia merasakan sakit atau 

Selasa, 13 Mei 2014

BRONKIOTIS PADA BAYI DI BAWAH 2 TAHUN


Bronkiolitis merupakan suatu penyakit saluran napas atas akibat infeksi virus yang menyebabkan terjadinya sumbatan akibat radang (inflamasi) pada saluran napas kecil (bronkiolus) yang terjadi pada anak dibawah usia 2 tahun.

Virus tersering penyebab bronkiolitis adalah respiratory syncytial virus (RSV), diikuti dengan virus parainfluenza, dan adenovirus. Virus ini menular melalui pernapasan dari anak atau orang dewasa lain yang menderita batuk-pilek akibat infeksi virus tersebut.

Bronkiolitis, biasanya, didahului oleh infeksi saluran napas atas akut dengan gejala batuk-pilek, dengan atau tanpa disertai demam. Setelah beberapa waktu menderita batuk-pilek, anak kemudian terlihat semakin sesak, bernapas cepat dan dangkal, hidung terlihat kembang kempis saat bernapas dan dapat disertai bunyi napas mengi. Bunyi mengi ini kadang tidak terdengar tanpa stetoskop. Pada bayi kecil selain gejala tersebut, juga terlihat rewel, gelisah, tidak mau makan minum, dan muntah.

Bila si kecil mengalami batuk-pilek yang disertai gejala tersebut, sebaiknya orang tua membawa anak ke rumah sakit. Karena kondisi tersebut menandakan anak mengalami kekurangan oksigen (air hunger). Di rumah sakit, si kecil akan mendapatkan bantuan oksigen, dipasang infus (jalur intravena), diberikan nebulizer, dilakukan pemeriksaan rontgen dan laboratorium, serta diberikan obat melalui jalur intravena.

Pada kasus bronkiolitis berat, usaha napas yang berat dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan anak mengalami kelelahan bernapas sehingga napas menjadi tidak efektif dan dapat menyebabkan gagal napas. Pemberian oksigen bertujuan untuk menggurangi beban napas anak dan mencegah anak jatuh dalam keadaan gagal napas.

Namun, pada kasus yang sangat berat, seperti anak mengalami ancaman gagal napas, maka si kecil akan dirawat di ICU anak (PICU) dan dokter akan memantau lebih ketat serta menganjurkan untuk dibantu dengan alat bantu napas (ventilator). Setelah keadaan anak sudah membaik, alat bantu napas akan dilepas dan kemudian anak kembali bernapas seperti biasa. Walaupun bronkiolitis dapat menimbulkan gejala klinis yang sangat berat, namun penyakit ini juga dapat muncul dengan gejala yang ringan saja.

Walaupun sama-sama memiliki gejala mengi, penyakit bronkiolitis tidak menyebabkan anak menjadi asma. Bronkiolitis juga tidak menyebabkan gangguan pada tumbuh kembang anak kecuali bila terdapat komplikasi yang berat saat anak sakit. Penyakit ini juga tidak memberikan kekebalan seperti misalnya pada penyakit campak. Anak yang menderita bronkiolitis umumnya akan mengalami perbaikan dalam waktu 10-14 hari.

Baca artikel relevan
brongkiotis pada bayi, bronkiotis pada anak, gejala bronkiotis, penyakit saluran napas bronkiotis, bronkiotis infeksi virus, gejala mengi pada bayi, gejala mengi, batuk pilek disertai mengi, gangguan akibat bronkiotis, anak penderita bronkiotis

Sabtu, 10 Mei 2014

CARA MENURUNKAN DEMAM ANAK


Anda harus ingat bahwa demam merupakan mekanisme tubuh melawan suatu penyakit atau infeksi yang biasanya disebabkan oleh virus, bakteri, dan sebagainya. Anak dikatakan demam apabila suhu tubuhnya diatas ambang normal ( lebih dari 37,2 derajat celsius ). Demam ini tampak bahwa suhu tubuh sedikit lebih panas dari biasanya dan kadang-kadang disertai badan menggigil.
Infeksi pada anak biasanya disebabkan oleh virus atau bakteri. Contoh adanya demam saat anak menderita flu atau pilek.Adanya virus ini, tubuh anak secara alami melakukan perlawanan. Antibiotik tidak dapat membunuh virus, jadi antibiotik bukanlah obat flu. Anda tidak perlu memberikan antibiotik pada anak yang demamnya disebabkan oleh virus atau karena sakit flu. Dalam kasus-kasus umum, suhu tubuh panas akan membantu mencegah penyebaran virus.
Jika memang suhu tubuh Anak Anda masih dibawah 39 derajat celsius, tidak kejang, anak tidak terlalu rewel, dan tidak terjadi muntah
Menangani Demam pada Anak
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi anak demam sebagai berikut :
Memantau suhu tubuh secara berkala menggunakan termometer khusus untuk anak.
Memberi cairan dalam jumlah cukup kepada anak untuk menghindari dehidrasi.
Mengkomsumsi gizi seimbang untuk memperkuat daya tahan tubuh anak.
Memperhatikan sirkulasi ruangan, agar tidak pengap.
Memberi obat penurun demam, bila suhu anak melebihi 38 derajat celsius. Apabila suhu tubuhnya sudah normal, pemberian obat dihentikan.
Mengompres anak dengan air hangat, terutama bila suhu tubuh anak mencapai 39 derajat celsius.Kompres bisa diletakkan di dahi, perut, atau lipatan ketiak serta paha.Air hangat membuat pembuluh darah tepi di kulit melebar dan membuka pori-pori tubuh.sehingga lebih cepat terjadi penguapan.

Kata kunci terkait
Cara menangani demam anak, teknik menangani demam anak, tips menangani demam anak, cara menurunkan demam bayi, teknik menurunkan demam bayi, tips menurunkan demam bayi, cara menyembuhkan demam balita, teknik menyembuhkan demam balita, tips menyembuhkan demam balita, cara merawat demam anak

Senin, 24 Februari 2014

MENGENAL CAKRA DASAR


Cakra ini terletak di tulang belakang dengan fungsi mengendalikan dan memberi energi serta memperkuat seluruh tubuh fisik yang tampak. Ia mengendalikan dan memberi energi pada otot dan sistem kerangka, tulang punggung, produksi dan sifat darah yang dihasilkan, kelenjar adrenal, jaringan tubuh dan beberapa organ dalam, seperti usus dan usus besar. Pada tingkat tertentu cakra ini memberi energi serta mempengaruhi organ seks anda, mempengaruh panas tubuh, vitalitas umum, pertumbuhan tubuh anak-anak kecil. Gangguan fungsi pada cakra ini akan bermanifestsi radang sendi (arthritis), gangguan tulang punggung, gangguan pertumbuhan, vitalitas yang rendah, gangguan darah, kanker, leukemia, alergi dan lambatnya penyembuhan luka dan tulang. Cakra ini disebut juga cakra akar, seperti akar pada sebuah pohon. Orang yang dengan cakra dasar yang sangat aktif cenderung sehat dan kuat, sedangkan mereka yang mempunyai cakra dasar yang kurang aktif cenderung rapuh dan lemah, baik secara fisik maupun psikis. Warna aura yang dihasilkan berwarna merah. Dalam tradisi India, cakra dasar disebut cakra mooladhara. Cakra ini bahkan dipercaya sebagai pintu gerbang Kundalini . Cakra mooladhara disebut juga sacrum bone atau tulang suci. Kalau anda lihat, tulang tersebut berbentuk kepala gajah. Orang India memakai dewa Ganesha sebagai dewa penjaga cakra mooladhara atau penetralisir kekuatan jahat. Cakra ini berhubungan dengan keseimbangan jalur ida dan pingala. Orang India juga percaya apabila cakra ini kotor dapat membuat seseorang dilanda keinginan untuk selalu melakukan bunuh diri. Cakra mooladhara ini juga berhubungan dengan aliran darah di tubuh. Apabila anda sering masuk angin dapat dipastikan cakra mooladhara terganggu.