Menyajikan Informasi Mengenai Cara-cara Menjaga Kesehatan Tubuh Secara Alami dan Aman

Total Tayangan Halaman

Senin, 20 Mei 2013

Bunyi grok-grok pada bayi


Menurut dr. Purnamawati S. Pujiarto, Sp.AK, MMPed., sebetulnya ini bukan kondisi yang berbahaya, dan biasanya lebih disebabkan oleh alergi.

Alergi adalah kondisi di mana sistem imun tubuh bereaksi terhadap hal tidak berbahaya (debu, serbuk bunga, atau jenis makanan tertentu). Alergi bisa mengenai berbagai bagian tubuh, seperti saluran napas atas (hidung pilek, bersin), mata (mata merah, berair, dan gatal), dan kulit (eksim, biduran). Jika alergi mengenai saluran napas bawah, terjadi penyempitan saluran napas alias asma. Udara dingin bisa menyebabkan iritasi dan pembengkakan di saluran napas, terlebih jika udaranya kering seperti udara di ruangan ber-AC. Asap tembakau dan polusi juga jadi faktor pencetus.

Penanganan utamanya adalah:
Kenali pencetus dan sedapat mungkin hindarilah.
Berikan ASI dan hanya ASI selama 6 bulan pertama. ASI dilanjutkan sampai anak berusia 2 tahun atau lebih. Kalau Anda memberikan susu formula sejak dini, Anda justru memperkenalkan protein asing (protein non manusia) pada anak. Hal ini akan merangsang sistem imun anak sehingga terjadi reaksi alergi.
Bijaklah menggunakan antibiotika. Penelitian membuktikan, pemberian antibiotika sejak usia dini bisa melipatgandakan risiko alergi dan asma ketika anak berusia 6 tahun.
Pantau kondisi anak. Selama anak tidak sesak (frekuensi napas lebih dari 40 kali per menit), jangan cemas. Lebih seringlah Anda memberi minuman, serta biarkan ia menghirup uap panas agar lendir tidak mengental.
Bila perlu, berikan larutan garam fisiologis steril sebagai tetes hidung.
Selain itu, jangan ada yang merokok di dekat si kecil ya...

0 komentar:

Posting Komentar